Senin, 07 Mei 2012

tulisan


Nama :  Nesya Tabita
Kelas  : 2EA20
NPM  : 14210943


Cinta monyet seorang remaja

Pada suatu hari ada seorang remaja yang bersekolah di SMP 01. mereka bernama chacha,Jessica,yaz,jeane,mike,ayu,devi, septi dan yessy.mereka temenan sangat kompak sekali,dan pada suatu hari Jessica mengikuti suatu lomba yang namanya foto model pada waktu Jessica di karantina dy pun punya temen yang bernama ricky.
 
 Ketika Jessica keluar dari karantina pun Jessica mengenalkan ricky kepada chacha,yaz,jeane,mike,ayu,devi,septi,yessy.akhirnya mereka kompak.seorang pria yang bernama ricky bersekolah di SMA 40.ricky mempunyai teman yang bernama reza,andy,rama,martin.pada waktu mereka kumpul bareng ricky pun mengenalkan andy kepada chacha dan akhirnya mereka saling tukar nomor hp,smsan,tlp2nan,dan jalan.andy pun mempunyai perasaan kepada chacha begitupun chacha yang mempunyai perasaan sama kepada andy.pada waktu andy menyatakan perasaannya chacha pun merasa senang dan akhirnya mereka jalanin hubungan.ternyata reza pun sama seperti andy dan chacha dy mempunyai perasaan kepada yaz dan sebaliknya juga begitu yaz mempunyai perasaan yang sama.mereka pun jalani hubungan juga seperti chacha dan andy.
   

Beberapa bulan ke depan chacha dan andy pun putus karena kesalah pahaman antara chacha,andy dan ayu.chacha merasa klw andy dan ayu saling suka tapi ternyata tidak.mereka pun putus dan pada akhir nya reza dan yaz juga putus di karenakan reza ternyata mempunyai perasaan kepada Jessica.setelah mereka putus martin jadian sama yessy tetapi itu Cuma sebentar karena yessy bukan tipe cewek martin.sangkin keselnya chacha kepada andy,yaz kepada reza,yessy kepada martin dan akhirnya teman mereka yang bernama jeane di suruh balas dendam kepada mereka melalui martin.
       
 Beberapa lama kemudian martin akhirnya menyatakan cinta kepada jeane dan akhirnya jeane menerima dy tetapi itu pun hanya untuk balas dendam gara-gara temennya.mereka akhirnya jadian tetapi suatu hari martin mengetahui itu dan martin pun mengambil keputusan untuk jauhin jeane dan akhirnya mereka putus dan mereka semua akhirnya hanya berteman baik saja.


Sabtu, 21 April 2012

suku batak


Budaya sebagai warisan yang melekat dalam diri dari setiap manusia Indonesia

Pendahuluan
Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.
Mayoritas orang Batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (disebut Sipelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.

Sejarah suku batak
Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu di zaman batu muda (Neolitikum).Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda) yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatra Utara di zaman logam. Pada abad ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus, di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang diusahakan oleh petani-petani di pedalaman.

Batak Toba (Tapanuli)
Mendiami kabupaten toba samsosir,tapanuli utara,tapanuli tengah menggunakan bahasa batak toba.
Tahap-Tahap perkawinan batak toba :
1.      Paranakkon Hata
Adalah menyampaikan pinangan oleh paranak (pihak laki-laki) kepada parboru (pihak perempuan)
2.      Marhusip
Adalah membicarakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh pihak paranak sesuai dengan ketentuan adat setempat (ruhut adat di huta i) dan sesuai dengan keinginan parboru (pihak perempuan)
3.      Marhata Sinamot
Adalah Yang dibicarakan hanya mengenai sinamot dan jambar sinamot.
4.      Marpudun Saut
Adalah merealisasikan apa yang dikatakan dalam Paranak Hata, Marhusip, dan marhata sinamot
5.      Unjuk
Adalah Semua upacara perkawinan (ulaon unjuk) harus dilakukan di halaman pihak perempuan (alaman ni parboru), di mana pun upacara dilangsungkan.


6.      Martupol
Adalah Penanda-tanganan persetujuan pernikahan adat oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja.
7.      Martonggo Raja
Adalah suatu kegiatan pra pernikahan adat yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pernikahan adat
8.      Manjalo Pasu-Pasu
Adalah pengesahan pernikahan adat kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja).
9.      Mangihut di Ampang
Adalah mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria.
10.  Ditaruhon Jual
Adalah jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria, maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya.
11.  Paranak makan bersama di tempat kediaman si pria
Adalah setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria, maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria.

12.  Paulak Unea
Adalah setelah satu, tiga, lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya, maka paranak, minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik, terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan).
13.  Manjahea
Adalah setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu), maka ia akan dipajae, yaitu dipisah rumah (tempat tinggal) dan mata pencarian.
14.  Maningkir Tangga
Adalah beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru).
15.  Tangiang Parujungan
Adalah doa penutut pertanda selesainya upacara perkawinan adat batak toba.




Batak Karo
Bahasa batak karo adalah bahasa sehari-hari yang di gunakan msyarakat karo dimana merupakan bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan didaerah pulau Sumatra sebelah utara pada wilayah kepulauan Indonesia.
 Perkawinan batak karo
Perkawinan pada masyarakat karo bersifat eksogami dan memiliki struktur hubungan asymmetrical connubium, artinya pertukaran wanita tidak terjadi secara timbale balik antara dua kelompok kerabat.
Mata pencaharian batak karo
       Masyarakat batak karo rata-rata bercocok tanam padi di sawah atau pun di ladang
Ada beberapa upacara-upacara ritual batak karo :
·         Perumah Begu
Yang artinya upacara pemanggilan arwah seseoarng yang sudah meninggal melalui dukun
·         Ndilo Tendi
Yang artinya upacara ini dilakukan apabila ada seseorang yangterkejut akan suatu kejadian, baik karena penglihatan, pendengaranatau jatuh, hanyut,dll
·         Nengget 
Yang artinya upacara yang di tujukan kepada pasangan suami istri yang setelah sekian tahun berumah tangga namun belum mempunyai anak

Seni tari batak karo
Ø Tari Tor-tor
Merupakan tarian yang gerakannya se-irama denganiringan musik (magondangi) yang dimainkan dengan alat-alatmusik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak, danlain-lain.
Ø Tari serampang dua belas









Batak Pakpak
Suku pakpak salah satu suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatera Indonesia dan tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara dan Aceh, yakni di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan( Sumatera Utara), Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Sabulusalam (Provinsi Aceh)
Suku pakpak mendiami bagian utara,barat laut danau toba sampai perbatasan Sumatra utara dengan provinsi Aceh
Beberapa marga batak pakpak :
1.      Anakampun
2.      Angkat
3.      Bako
4.      Bancin
5.      Banurea
Ini adalah bahasa batak pakpak :
·         Bahasa Singkil
·         Bahasa Alas
·         Bahasa Kluet





Batak Simalungun
Suku Simalungun atau juga disebut Batak Simalungun adalah salah satu suku asli dari provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yang menetap di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan.
Ini adalah marga asli batak simalungun :
·       Sinaga
·       Saragih
·       Damanik
·       Purba
Kehidupan masyarakat Simalungun
Sistem mata pencaharian orang Simalungun yaitu bercocok tanam dengan padi dan jagung, karena padi adalah makanan pokok sehari-hari dan jagung adalah makanan tambahan jika hasil padi tidak mencukupi.
Bahasa Simalungun
Suku Simalungun menggunakan Bahasa Simalungun (bahasa simalungun hata/sahap Simalungun) sebagai bahasa Ibu selain itu juga bahasa simalungun menggunakan bahasa melayu,karo,batak.










Kamis, 12 April 2012

bagaimana seorang pemimpin yang berhasil


Bagaimana seorang pemimpin yang berhasil

Tips Sukses Menjadi Pemimpin Baik
  • Harus memiliki tujuan
          Seorang pemimpin yang bak, harus memiliki visi dan misi, serta tujuan yang jelas. Ibarat  sebuah kapal, seorang pemimpin adalah nahkoda yang memiliki tujuan kemana kapal tersebut akan berlabuh. Selanjutnya pemimpin yang baik wajib menyampaikan tujuan, visi dan misinya kepada seluruh anggota. Agar karyawan memiliki motivasi untuk mencapai target yang sama, sehingga pemimpin bisa memberikan bimbingan untuk menggerakan timnya menuju tujuan yang telah ditentukan.
  • Memiliki karakter yang kuat
Biasanya pemimpin yang sukses memiliki karakter yang kuat. Selalu berani mengambil tantangan, dan yakin bahwa resiko yang diambilnya akan memberikan keuntungan bagi timnya. Walaupun tak jarang pemimpin ini banyak dicela orang, karena keberaniannya mengambil resiko. Namun jangan salah, pemimpin ini selalu berpikir untuk memberikan inovasi ke depan, agar timnya berhasil menjadi pionir bukan menjadi follower.
·         Sigap dan selalu focus
Pemimpin baik akan cepat bertindak dalam segala hal, baik dalam kondisi mendesak maupun kondisi normal seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dengan tepat dan cepat.
Disamping itu pemimpin juga harus fokus terhadap tujuannya, pisahkan antara prioritas utama dengan prioritas jangka panjang. Ini sangat penting, karena berpengaruh terhadap kerja tim. Jangan sampai mereka bingung, tugas mana yang menjadi target utama untuk mereka selesaikan. Sigap terhadap perubahan lingkungan memang penting, namun jangan sampai melupakan fokus utama Anda.
  • Kenali kelebihan dan kekurangan tim
Sebelum mengenali kelebihan dan kekurangan tim, sebaiknya seorang pemimpin berbesar hati untuk mengakui kekurangan dan kelebihannya dalam memimpin. Jangan sampai menjadi pemimpin yang angkuh dan tidak mau mengakui kesalahannya, karena akan memberikan contoh buruk bagi para anggotanya. Disamping itu kenali kelebihan dan kekurangan masing – masing anggota tim, ini bertujuan untuk mengembangkan potensi para anggota sesuai dengan kelebihan yang mereka miliki.
  • Rendah hati
Walaupun seorang pemimpin jabatannya lebih tinggi, namun bukan berarti tidak bisa membaur dengan anggota tim. Sempatkan waktu untuk turun langsung melihat anggota tim, dan mengenal masing – masing anggota untuk mempermudah komunikasi antara karyawan dan pemimpin.  Hubungan komunikasi yang baik antara bawahan dan atasan, akan memperlancar kerjasama dan meningkatkan loyalitas anggota tim.
  • Dengarkan dan berikan pengakuan bagi anggota tim
Ada kalanya seorang pemimpin belajar mendengarkan pendapat dari anggota timnya, agar pimpinan tidak memutuskan segala hal secara sepihak yang memungkinkan para anggota sebenarnya tidak sepaham dengan keputusan pimpinan. Dan yang terakhir berikan pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan oleh anggota tim Anda. Tunjukan  bahwa Anda menghargai kerja keras mereka.




Pemimpin Sukses
NILAI kesuksesan pribadi ,individu dalam merancang kepemimpinan yang efisien bahkan Efektif
sangatlah mempunyai arti dalam setiap diri pada seorang pemimpin,banyak sekali kegagalan bahkan ketidak puasan akan hasil dalam pencapaian susatu tujuan.

Kepemimpinan merupakan seni atau proses mempengaruhi orang lain, sehingga mereka bersedia dengan kemampuan sendiri dan secara antusias bekerja utuk mencapai tujuan organisasi (Weirich & Koontz, 1993).setiap organisasi sudah sangat berarti apabila suatu organisasi berhasil memanagemen dalam organisasi.nilai sukses juga bisa dilihat apabila Pemimpin yang mampu bekerja sama dengan orang lain, dapat menerima saran & pendapat dari orang lain, mengolah pendapat tersebut menjadi sesuatu yang berharga.

Mampu membawa organisasinya ke arah yang lebih baik dan lebih maju dengan tetap melibatkan semua unsur di dalam organisasi tersebut.wujud peran serta masyarakat dalam mempertahankan sebuah komunitas sangatlah beragam terhadap kemajuan,dalam melakukan tugas dan kewajiban.
Pemimpin bukanlah sekadar seseorang ataupun pejabat yang dicintai atau dikagumi, melainkan seseorang yang mempunyai pengikut dan mampu mengerjakan dengan benar (do the right things).

Pemimpin bukanlah hanya gelar ataupun uang, melainkan memiliki rasa tanggung jawab yang harus dipikul di pundaknya dan membawa ke tingkat keberhasilan maksimal. hingga tercipta pemimpin yang profesional.kita melihat kepemimpinan di suatu daerah sebagai contoh Bupati,Walikota yang Notabene adalah mempunyai karateristik sebagai pemimpin yang berhasil memajukan suatu Daerah dengan Lobi-lobi positif demi kemajuan yang signifikan.

Untuk mencapai kepemimpinan yang sukses, seorang dituntut memiliki karakteristik-karakteristik khusus. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Santa Clara University dan Tom Peters Group/Learning System terhadap lebih dari 5.000 pimpinan senior, setidaknya ada 11 karakteristik yang harus dimiliki pemimpin agar sukses dalam kepemimpinannya.

Sebelas karakteristik tersebut yaitu, Jujur (honest), Pandai, cerdas (intelligent), Melihat ke depan (forward-looking),Selalu memicu inspirasi (inspiring), Kompeten (competent), Berlaku adil (fairminded), Berwawasan luas (broadminded), Tidak basa-basi, langsung pada persoalan (straightforward), Penuh imajinasi (imaginative), dan Pandai mendelegasi dan memotivasi SDM.

Pemimpin kedepan sudah tentu perlu mendapat apresiasi masyarakat di mana kita lihat pemimpin yang berani mengambil kebijakan,dan melakukan penataan,dengan menjawab setiap kerinduan masyarakat. dengan memajukan duniapendidikan.

Ada tiga  kunci sukses Kerja Keras, Kerja Keras, Kerja Keras ketiga hal ini tentunya kita bertanya-tanya?nah kerja keras adalah energi kita,yaitu penuh semangat dan memiliki ethos kerja yang tinggi.untuk Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah kita sudah memiliki etos kerja yang positif? Kalau belum, segeralah memiliki dan mengamalkannya agar kesuksesan yang positif bisa segera kita raih.









Selasa, 03 April 2012

demokrasi





Nama   : Nesya tabita
Kelas   : 2EA20
NPM   : 14210943










DEMOKRASI

Pendahuluan
Semua negara mengakui bahwa Demokrasi sebagai alat ukur dari keabsahan politik.Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan pemerintahan menjadi basistegaknya system politik demokrasi. Demokrasi meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Negara otoriterpunmasih mengaku dirinya sebagai negara demokrasi. Ini menunjukkan bahwademokrasi itu penting dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan






 Demokrasi
     Adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat,baik secara langsung atau melalui perwakilan.Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demokratia yang artinya kekuasaan rakyat,yang di bentuk dari kata demos(rakyat) dan kratos (kekuasaan).Istilah demokrasi di perkenalkan oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan.Demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat,dan untuk rakyat.Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam system demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak,kesempatan,dan suara yang sama dalam mengatur kebijakan pemerintahan.

Sebelum penduduk Yunani menemukan istilah demokrasi ada bentuk sederhana dari demokrasi yang telah di temukan sejak 4000SM di Mesopotamia.Di setiap Negara kota terebut para rakyat sering kali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan konsesus atau mufakat

Yunani kala itu terdiri dari 1500 negara kota yang kecil dan independent. Negara kota tersebut memiliki system oligarki,monarki,tirani dan juga demokrasi.Di anatara di kota Yunani yang letaknya di Athena Negara kota ini saja yang mencoba sebuah model pemerintahan yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung.






Secara umum terdapat dua demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.

Pengertian demokrasi langsung
       Adalah suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Sistem demokrasi langsung di gunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena di mana ketika terdapat suatu permasalahan yang harus di selesaikan, seluruh rakyat kumpul untuk membahasnya.

Pengertian demokrasi perwakilan
       Adalah seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

Substantive menunjuk pada demokrasi dalam empat bentuk, yaitu
1        Menitikberatkan pada perlindungan terhadap tirani
2        Titik berat pada manusia mengembangkan kekuasaan dan kemampuan
3        Melihat keseimbangan partisipasi masyarakat terhadap beban yang berat dan tuntutan yang tidak dapat di penuhi
4        Bahwa tidak dapat mencapai partisipasi yang demokratis tanpa perubahan terlebih dahulu dalam keseimbangan social dan kesadaran social

Demokrasi secara konsektual dilihat dari fakta kenyataan pemerintahan yang pernah dan sedang terjadi. Indonesia pada zaman pemerintahan Soekarno masa orde lama dengan konstitusi RIS dan UUDS 50 dikenal demokrasi liberal, setelah kembali ke UUD 45 di kenal demokrasi terpimpin.




 Demokrasi sebagai system politik
     Menurut Huntington,system politik dapat dibedakan dari system politik demokrasi dan non demokrasi. Sistem politik demokrasi, system pemerintahan dalam suatu Negara yang menjalankan prinsip demokrasi,tidak sewenang-wenang dan kekuasaan tidak terbatas.

Demokrasi sebagai sikap hidup
         Demokrasi ini di pahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dan perilaku demokratis untuk mendukung pemerintahan dan system politik demokrasi

Demokratisasi
       Merupakan penerapan kaidah-kaidah atau prinsip demokratisasi pada kegunaan system politik kenegaraan. Tujuannya untuk membentuk kehidupan politik bercirikan demokrasi.

Demokrasi di Indonesia
         Bangsa Indonesia sejak dulu mempraktekan ide tentang demokrasi walau bukan tingkat kenegaraan, masih tingkat desa. Di sebut dengan demokrasi desa.contohnya adalah pemilihan kepala desa dan rembug desa .Inilah demokrasi yang asli dan yang sebenarnya.




 Pendidikan Demokrasi
     Perilaku dan kultur demokrasi menunjuk pada nilai-nilai demokrasi di masyarakat. Masyarakat demokratis adalah masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi.
Membangun kultur demokrasi berarti tindakan mensosialisasikan,mengenalkan,dan menegakkan nilai demokrasi pada masyarakat. Indonesia sudah ada institusi demokrasi, masyarakat belum menikmati demokrasi, baik di kalangan pemerintahan dan jasa usaha .

Ada tiga hal pengetahuan dan kesadaran demokrasi
1        Demokrasi adalah pola kehidupan menjamin hak kewarganegaraan
2        Demokrasi merupakan the long learning procces
3        Kelangsungan demokrasi tergantung kepada proses pendidikan demokrasi pada masyarakat luas.

Pada demokrasi dapat mengembangkan unsure demokrasi desa yang terdiri dari rapat, mufakat, gotong royong, hak mengadakan protes bersama dan menyingkir dari kekuasaan absolute.
Nilai-nilai demokrasi langsung dijabarkan dalam demokrasi dibidang politik, dibidang ekonomi,dan di bidang social




Demokrasi pancasila
  Sebagai ideology nasional, pancasila berfungsi sebagai
1        Cita-cita masyarakat yang selanjutnya menjadi pedoman dalam membuat dan menilai keputusan politik
2        Alat pemersatu masyarakat yang mampu menjadi sumber nilai bagi prosedur penyelesaian konflik yang terjadi

Nilai-nilai demokrasi yang terjabar dari nilai-nilai pancasila tersebut adalah sebagai berikut
1        Kedaulatan rakyat
2        Republik
3        Negara berdasarkan atas hokum
4        Permintaan yang kontitusional
5        Sistem perwakilan

Demokrasi pancasila dapat diartikan secara luas mauoun sempit sebagai berikut
1        Secara luas demokrasi pancasila berarti kedaulatan rakyat yang di dasarkan pada nilai-nilai pancasila dalam bidang politik, ekonomi, dan social
2        Secara sempit demokrasi pancasila berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Kesimpulan deokrasi adalah bentuk atau mekanisme system pemerintahan suatu Negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat atas Negara untuk dijalankan oleh pemerintah Negara tersebut.







Daftar pustaka

Pendidikan kewarganegaraan, untuk SMP kelas VII

































Kamis, 29 Maret 2012

Dampak Konflik


Dampak Konflik

Konflik dapat berdampak positif dan negatif yang rinciannya adalah sebagai berikut :
1. Dampak Positif Konflik
Menurut Wijono (1993:3), bila upaya penanganan dan pengelolaan konflik karyawan dilakukan secara efisien dan efektif maka dampak positif akan muncul melalui perilaku yang dinampakkan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia potensial dengan berbagai akibat seperti:
1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.
2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masing-masing.
3. Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas.
4. Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal.
5. Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua ini bisa menjadikan tujuan organisasi tercapai dan produktivitas kerja meningkat akhirnya kesejahteraan karyawan terjamin.

2. Dampak Negatif Konflik
Dampak negatif konflik (Wijono, 1993, p.2), sesungguhnya disebabkan oleh kurang efektif dalam pengelolaannya yaitu ada kecenderungan untuk membiarkan konflik tumbuh subur dan menghindari terjadinya konflik. Akibatnya muncul keadaan-keadaan sebagai berikut:
1. Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung seperti misalnya ngobrol berjam-jam sambil mendengarkan sandiwara radio, berjalan mondar-mandir menyibukkan diri, tidur selama pimpinan tidak ada di tempat, pulang lebih awal atau datang terlambat dengan berbagai alasan yang tak jelas.
2. Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab.
Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya.
3. Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya.
4. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain.
5. Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit.

Konflik yang tidak terselesaikan dapat merusak lingkungan kerja sekaligus orang-orang di dalamnya, oleh karena itu konflik harus mendapat perhatian. Jika tidak, maka seorang manajer akan terjebak pada hal-hal seperti:
1. Kehilangan karyawan yang berharga dan memiliki keahlian teknis. Dapat saja mereka mengundurkan diri. Manajer harus menugaskan mereka kembali, dan contoh yang paling buruk adalah karena mungkin Manajer harus memecat mereka.
2. Menahan atau mengubah informasi yang diperlukan rekan-rekan sekerja yang lurus hati agar tetap dapat mencapai prestasi.
3. Keputusan yang lebih buruk yang diambil oleh perseorangan atau tim karena mereka sibuk memusatkan perhatian pada orangnya, bukan pada masalahnya.
4. Kemungkinan sabotase terhadap pekerjaan atau peralatan. Seringkali dimaklumi sebagai faktor “kecelakaan” atau “lupa”. Namun, dapat membuat pengeluaran yang diakibatkan tak terhitung banyaknya.
5. Sabotase terhadap hubungan pribadi dan reputasi anggota tim melalui gosip dan kabar burung. Segera setelah orang tidak memusatkan perhatian pada tujuan perubahan, tetapi pada masalah emosi dan pribadi, maka perhatian mereka akan terus terpusatkan ke sana.
6. Menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerja. Seorang karyawan yang jengkel dan merasa ada yang berbuat salah kepadanya tidak lama kemudian dapat meracuni seluruh anggota tim. Bila semangat sudah berkurang, manajer akan sulit sekali mengobarkannya kembali.
7. Masalah yang berkaitan dengan stres. Ada bermacam-macam, mulai dari efisiensi yang berkurang sampai kebiasaan membolos kerja.




 Sumber Terjadinya Konflik Antar Kelompok

1. Penyebab Terjadinya Konflik
Tidak ada asap kalau tidak ada api. Segala sesuatu yang terjadi dalam masyarakat pasti ada sebabnya, begitu pula konflik sosial. Sebagaimana definisinya, konflik terjadi karena adanya perbedaan mendasar yang berupa perbedaan kepentingan atau tujuan dari pihakpihak yang terlibat. Konflik dapat terjadi antarindividu, antara individu dengan kelompok, antarmasyarakat dalam suatu negara, antarmasyarakat dengan negara, antarpemerintah pusat dengan pemerintah daerah, antarsuku bangsa, antarpemeluk agama, antarnegara dengan kelompok ilegal, bahkan antarnegara, dan sebagainya. Pada kenyataannya, tidak semua konflik terjadi karena perbedaan kepentingan. Ada begitu banyak hal yang mampu memicu timbulnya konflik dalam masyarakat.

Leopold von Wiese dan Howard Becker (1989:86) menyebutkan beberapa hal yang dapat menyebabkan konflik sosial terjadi sebagai berikut.
a. Perbedaan Antarorang
Pada dasarnya setiap orang memiliki karakteristik yang berbedabeda. Perbedaan ini mampu menimbulkan konflik sosial. Perbedaan pendirian dan perasaan setiap orang dirasa sebagai pemicu utama dalam konflik sosial. Lihat saja berita-berita media massa banyak pertikaian terjadi karena rasa dendam, cemburu, iri hati, dan sebagainya. Selain itu, banyaknya perceraian keluarga adalah bukti nyata perbedaan prinsip mampu menimbulkan konflik. Umumnya perbedaan pendirian atau pemikiran lahir karena setiap orang memiliki cara pandang berbeda terhadap masalah yang sama.
b. Perbedaan Kebudayaan
Kebudayaan yang melekat pada seseorang mampu memunculkan konflik manakala kebudayaankebudayaan tersebut berbenturan dengan kebudayaan lain. Pada dasarnya pola kebudayaan yang ada memengaruhi pembentukan serta perkembangan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, kepribadian antara satu individu dengan individu lainnya berbeda-beda. Contoh, seseorang yang tinggal di lingkungan pegunungan tentunya berbeda dengan seseorang yang tinggal di pantai. Perbedaan kepribadian ini, tentunya membawa perbedaan pola pemikiran dan sikap dari setiap individu yang dapat menyebabkan terjadinya pertentangan antarkelompok manusia.
c. Bentrokan Kepentingan
Umumnya kepentingan menunjuk keinginan atau kebutuhan akan sesuatu hal. Seorang mampu melakukan apa saja untuk mendapatkan kepentingannya guna mencapai kehidupan yang sejahtera. Oleh karena itu, apabila terjadi benturan antara dua kepentingan yang berbeda, dapat dipastikan munculnya konflik sosial. Contohnya benturan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Kepentingan buruh adalah mendapatkan gaji sebagaimana mestinya setiap bulannya. Namun, berkenaan dengan meruginya sebuah perusahaan maka perusahaan itu enggan memenuhi kepentingan buruh. Akibatnya, konflik baru terbentuk antara majikan dan buruh. Buruh menggelar aksi demo dan mogok kerja menuntut perusahaan tersebut.

 Sumber Terjadinya Konflik Antar Kelompok

1. Penyebab Terjadinya Konflik
Tidak ada asap kalau tidak ada api. Segala sesuatu yang terjadi dalam masyarakat pasti ada sebabnya, begitu pula konflik sosial. Sebagaimana definisinya, konflik terjadi karena adanya perbedaan mendasar yang berupa perbedaan kepentingan atau tujuan dari pihakpihak yang terlibat. Konflik dapat terjadi antarindividu, antara individu dengan kelompok, antarmasyarakat dalam suatu negara, antarmasyarakat dengan negara, antarpemerintah pusat dengan pemerintah daerah, antarsuku bangsa, antarpemeluk agama, antarnegara dengan kelompok ilegal, bahkan antarnegara, dan sebagainya. Pada kenyataannya, tidak semua konflik terjadi karena perbedaan kepentingan. Ada begitu banyak hal yang mampu memicu timbulnya konflik dalam masyarakat.

Leopold von Wiese dan Howard Becker (1989:86) menyebutkan beberapa hal yang dapat menyebabkan konflik sosial terjadi sebagai berikut.
a. Perbedaan Antarorang
Pada dasarnya setiap orang memiliki karakteristik yang berbedabeda. Perbedaan ini mampu menimbulkan konflik sosial. Perbedaan pendirian dan perasaan setiap orang dirasa sebagai pemicu utama dalam konflik sosial. Lihat saja berita-berita media massa banyak pertikaian terjadi karena rasa dendam, cemburu, iri hati, dan sebagainya. Selain itu, banyaknya perceraian keluarga adalah bukti nyata perbedaan prinsip mampu menimbulkan konflik. Umumnya perbedaan pendirian atau pemikiran lahir karena setiap orang memiliki cara pandang berbeda terhadap masalah yang sama.
b. Perbedaan Kebudayaan
Kebudayaan yang melekat pada seseorang mampu memunculkan konflik manakala kebudayaankebudayaan tersebut berbenturan dengan kebudayaan lain. Pada dasarnya pola kebudayaan yang ada memengaruhi pembentukan serta perkembangan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, kepribadian antara satu individu dengan individu lainnya berbeda-beda. Contoh, seseorang yang tinggal di lingkungan pegunungan tentunya berbeda dengan seseorang yang tinggal di pantai. Perbedaan kepribadian ini, tentunya membawa perbedaan pola pemikiran dan sikap dari setiap individu yang dapat menyebabkan terjadinya pertentangan antarkelompok manusia.
c. Bentrokan Kepentingan
Umumnya kepentingan menunjuk keinginan atau kebutuhan akan sesuatu hal. Seorang mampu melakukan apa saja untuk mendapatkan kepentingannya guna mencapai kehidupan yang sejahtera. Oleh karena itu, apabila terjadi benturan antara dua kepentingan yang berbeda, dapat dipastikan munculnya konflik sosial. Contohnya benturan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Kepentingan buruh adalah mendapatkan gaji sebagaimana mestinya setiap bulannya. Namun, berkenaan dengan meruginya sebuah perusahaan maka perusahaan itu enggan memenuhi kepentingan buruh. Akibatnya, konflik baru terbentuk antara majikan dan buruh. Buruh menggelar aksi demo dan mogok kerja menuntut perusahaan tersebut.



 Konsekuensi Konflik Disfungsional Antar Kelompok

Konflik disfungsional adalah konflik yang mengarah pada penurunan komunikasi atau kinerja kelompok. Dysfunctional conflict can be an overabundance of conflict or a lack of sufficient motivating conflict. Konflik disfungsional dapat menjadi hal meluap-luap konflik atau kurangnya konflik memotivasi cukup.

Organisasi Disfungsional Konflik

·         Dysfunctional conflict within an organization is motivated by egos of employees with competing ambitions. Konflik disfungsional dalam organisasi termotivasi oleh ego karyawan dengan ambisi bersaing. It often leads to higher stress and a likelihood that employees will burn out. Ini sering menyebabkan stres yang lebih tinggi dan kemungkinan bahwa karyawan akan terbakar. Employees will also likely feel less satisfaction and less loyalty to the organization. Karyawan juga akan cenderung kurang merasakan kepuasan dan loyalitas kurang untuk organisasi.

Stages of Dysfunctional Conflict Tahapan Konflik Disfungsional

·         There are five stages of dysfunctional conflict. Ada lima tahapan konflik disfungsional. Incompatibility is the source of conflict: misunderstandings and lack of communication. Ketidaksesuaian adalah sumber konflik: kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi. Recognition is the process by which employees internalize the conflict that affects their behavior. Pengakuan adalah proses dimana karyawan menginternalisasi konflik yang mempengaruhi perilaku mereka. Intention is the process by which employees' behavior changes due to the conflict. Niat adalah proses dimana perilaku karyawan berubah karena konflik. Perceived behavior refers to slights and reactions that play into creating conflict, while results are effects of the conflict on a group. Perilaku yang diamati mengacu pada penghinaan dan reaksi yang berperan dalam menciptakan konflik, sedangkan hasil adalah efek konflik terhadap kelompok. 

Resolving Dysfunctional Conflicts Menyelesaikan Konflik Disfungsional

·         A leader must resolve a conflict by recognizing ambitions and abilities of employees and attempt to motivate and stimulate employees when there is too little conflict or calm employees' tempers and bringing them to work together more effectively when there is too much conflict. Seorang pemimpin harus menyelesaikan konflik dengan mengenali ambisi dan kemampuan karyawan dan berusaha untuk memotivasi dan merangsang karyawan ketika ada konflik terlalu sedikit atau emosi karyawan tenang 'dan membawa mereka untuk bekerja sama lebih efektif bila ada konflik terlalu banyak.